“Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah..”
(Q.S. al Baqarah, 2: 286).
Setiap
manusia pasti pernah berbuat dosa. Dosa yang dilakukan pun kemudian
memberikan bekas pada hati dan kehidupan. Sadar atau tidak, hati menjadi
tidak tenang dan kesulitan demi kesulitan sepertinya selalu datang.
Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk selalu berbenah, memperbaharui iman agar tidak terus menerus terjebak dalam dosa.
Dosa
yang kita lakukan pasti akan mengakibatkan efek pada sisi lain dalam
kehidupan kita. Menurut Ibnu Qayyim al Jauziyyah, jika kita bermaksiat
maka akan mengakibatkan delapan hal :
1. Menghalangi ilmu.
Ilmu
adalah sinar yang diletakkan Allâh di hati, sedangkan maksiat akan
memadamkan sinar tersebut. Imam Syafi’I pernah mengeluh kepada gurunya
betapa susahnya dia menghafal. Gurunya, Waki’ menasihatinya agar
meninggalkan maksiat, ”Ketahuilah bahwa ilmu itu anugerah dan anugerah
Allâh tidak diberikan kepada pelaku maksiat.”
2. Menghalangi rezeki.
Jika
kita bertaqwa kepada Allâh Dia akan membuka pintu Rahmat-Nya.
Sedangkan jika bermaksiat, kita akan mendapatkan kehidupan yang sempit.
Dalam kitab Musnad disebutkan,”Sesungguhnya seorang hamba tidak
mendapatkan rezeki karena dosa yang dikerjakannya.”
3. Menimbulkan kerisauan dan kesepian dalam hati.
Setiap
orang pasti tidak ingin menjadi pribadi yang selalu risau dan kesepian.
Kemaksiatan membuat kita selalu was-was, semakin sepi, semakin jauh
dari majelis pengajian, semakin jauh hati kita dari ayat-ayat Allâh .
Maksiat membuat kita selalu risau, hati merasa sepi dan gersang.
4. Mendatangkan kesulitan.
Hidup
orang yang maksiat akan sulit. Kesulitan dalam hidup akan membawa kita
pada stress dan stress akan membawa kita pada ketidakseimbangan.
5. Menimbulkan kegelapan dalam hati.
Kata
Imam Ibnu Qayyim, kegelapan hati akan dirasakan seseorang seperti
gelapnya malam. Bila dia diberi petunjuk, kegelapan maksiatnya masuk
menutupi hatinya, seperti perasaan menutupi penglihatan, setiap kali
kegelapan menimpa, kita pun akan kebingungan, akhirnya kita akan
terjebak dalam lembah dosa.
6. Melemahkan hati dan badan.
Kemaksiatan
akan mempengaruhi hati dan badan kita. Seorang pelaku maksiat, walau
badannya kuat, dia akan terlihat lemah. Itu karena hatinya yang kotor
diselimuti dosa. Dalam peperangan, kita menyaksikan, pasukan Islam
dengan jumlah sedikit sangat sering mengalahkan pasukan kafir yang
berlipat-lipat jumlahnya, hal itu karena faktor iman dan jauh dari
kemaksiatan.
7. Menghalangi ketaatan.
Seorang pendosa akan tidak taat kepada Allâh . Dia selalu jauh dari sinar taat karena maksiat yang dilakukannya setiap hari.
8. Mengurangi umur dan mengikis berkah.
Kebaikan
akan menambah umur, sedangkan kejahatan akan mengurangi umur. Umur
manusia yang produktif adalah umur yang digunakan untuk taat beribadah,
selain itu berarti umurnya tidak berbarokah. Barulah dia sadar kalau
hidupnya sudah berakhir.
Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. ( Q.S. Al-Fajr, 8:24 )
Kedelapan
akibat maksiat tadi penting sekali kita tafakuri bersama. Betapa sering
hari-hari kita terjangkiti virus maksiat. Di rumah dengan televisi, di
lingkungan dengan penglihatan dan pendengaran yang diharamkan, di tempat
kerja dan di mana pun kemaksiatan akan mengelilingi kita.
Karena itu, waspadalah …… waspadalah ,,,, !
No comments:
Post a Comment